Sambutan Ketua Program Studi MPKP

Kebijakan publik bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu jurisdiksi dengan merubah perilaku agen ekonomi. Jika kebijakan publik mampu mengubah perilaku agen ekonomi ke arah yang diinginkan, akan terjadi alokasi sumber daya yang lebih efisien, perbaikan distribusi kesejahteraan dan stabilisasi perekonomian yang lebih baik. Namun setidaknya ada dua hal yang bisa mengakibatkan peningkatkan kesejahteraan tersebut tidak terjadi. Pertama, tidak ada perubahan perilaku dari agen ekonomi yang terdampak oleh suatu kebijakan (baik langsung maupun tidak langsung). Kedua, adanya reaksi yang tidak terduga (unexpected responses) dari agen ekonomi akibat kebijakan yang diciptakan oleh pemerintah. Agar suatu kebijakan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus mampu memetakan berbagai kemungkinan reaksi dari agen ekonomi yang terdampak.

Pemetaan kemungkinan reaksi agen ekonomi terhadap suatu kebijakan akan lebih baik jika pembuat kebijakan memahami ilmu ekonomi, karena pada dasarnya ilmu ekonomi adalah ilmu tentang perilaku manusia dalam membuat suatu keputusan optimal. Pemahaman ilmu ekonomi yang baik secara teoretis dan empiris juga akan membantu pembuat kebijakan dalam mengevaluasi suatu kebijakan yang sudah berlaku berdasarkan bukti empiris yang terjadi (evidence-based policy evaluation). Beberapa informasi penting terkait suatu kebijakan bisa diperoleh, antara lain; (i) apakah perubahan perilaku merupakan dampak dari kebijakan dan bukan akibat faktor lain, mengapa perubahan perilaku tidak terjadi, (ii) apakah outcome yang terjadi akibat kebijakan, (iii) mengapa outcome yang diharapkan dari suatu kebijakan tidak tercapai, dan banyak informasi penting lainnya. Dengan pemahaman ilmu ekonomi yang baik, pemerintah bisa menyiapkan sistem insentif dari suatu kebijakan agar reaksi agen ekonomi yang terdampak sesuai dengan yang diharapkan oleh kebijakan tersebut.

Pentingnya pemahaman perilaku agen ekonomi yang kuat secara teoretis dan empiris tersebut disadari oleh Program Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembanguan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MPKP FEB UI). Profil lulusan MPKP FEB UI adalah “Magister ekonomi yang mampu membuat perencanaan dan merekomendasikan kebijakan pembangunan ekonomi dalam kaitannya dengan aspek sosial dan lingkungan”. Profil lulusan tersebut merupakan penterjemahan visi misi MPKP FEB UI yang sejalan dengan visi misi FEB UI, dan Universitas Indonesia. Adapun Visi MPKP adalah “Menjadi pusat pembelajaran perencanaan ekonomi dan kebijakan pembangunan yang bereputasi baik di tingkat nasional dan di Asia sehingga berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia”. Sementara Misi MPKP adalah “Memberikan kontribusi pada pengembangan aplikasi teori ekonomi dalam perencanaan kebijakan pembangunan dan menghasilkan magister ekonomi yang unggul di bidang perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan yang memiliki tanggung jawab sosial dan mampu menghadapi perubahan lingkungan global”.

Untuk menghasilkan lulusan dengan profil yang sesuai dengan visi misi tersebut, MPKP FEB UI membekali mahasiswanya dengan mata kuliah memuat teori-teori ekonomi terkini, metode empiris yang tepat untuk melakukan penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif dan penulisan akademik. Selain kegiatan perkuliahan, MPKP FEB UI juga melakukan kegiatan lain yang selaras dengan upaya pencapaian visi dan misi, seperti kegiatan Guest Lecture oleh professor dari luar negeri dan pembuat kebijakan di Indonesia, Seminar akademik, melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen, dan beberapa kegiatan lainnya.

MPKP FEB UI saat ini memiliki 3 (tiga) program pendidikan; (1) Program Reguler Pagi, (2) Program Non Reguler Sore, dan (3) Program Double Degree. Untuk Program Reguler Pagi dan Non Reguler Sore, semua mata kuliah menggunakan Bahasa Indonesia dan mahasiswa mendapatkan satu gelar (Magister Ekonomi/ME) pada saat kelulusan. Untuk Program Double Degree, penyampaian mata kuliah menggunakan Bahasa Inggris dan mahasiswa mendapatkan dua gelar pada saat kelulusan; ME dari MPKP FEB UI, dan gelar yang sesuai dari universitas partner di luar negeri. Dalam pelaksanaan Program Double Degree, mahasiswa menyelesaikan 2 semester di MPKP FEB UI, dan jika memenuhi persyaratan minimum, mahasiswa menyelesaikan 2 semester berikutnya di salah satu universitas partner di luar negeri.

Upaya peningkatan kualitas program pendidikan yang dilakukan MPKP FEB UI membuahkan hasil pengakuan baik dari dalam negri maupun di luar negeri. Dari dalam negeri, MPKP FEB UI memperoleh status akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Indonesia (BAN PT) berdsasarkan SK Nomor 238/SK/BAN-PT/Ak-XI/M/2013. Dari luar negeri, jumlah perguruan tinggi luar negeri yang menjadi universitas partner penyelenggaran Program Double Degree menjadi indikator pengakuan institusi luar negeri terhadap MPKP FEB UI. Saat ini MPKP FEB UI memiliki 5 universitas partner dalam penyelenggaraan Program Double Degree, yang terdiri dari 4 universitas di Jepang (National Graduate Institute for Public Policy/GRIPS, Ritsumeikan Asia Pacific University, International University of Japan, dan Rikkyo University) dan 1 universitas di Australia (Carnegie Mellon University).

Jika Anda ingin memiliki kemampuan yang handal dalam perencanaan dan analisis kebijakan, MPKP FEB UI adalah program yang paling tepat untuk Anda. Kami menunggu kedatangan Anda untuk bergabung dengan MPKP FEB UI dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia melalui perencanaan dan analisis kebijakan yang labih baik.

 

© 2017 Sistem Informasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia