MPKP FEB UI Studi Koordinasi Wujudkan Pemerintah Jawa Barat Juara Lahir Batin dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2018-2023

BANDUNG – Dalam mendukung mata ajar Ekonomi Perencanaan Kota dan Daerah yang menganalisis ekonomi untuk pembangunan perkotaan dan daerah, Program Studi Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan (MPKP) FEB UI melakukan Studi Lapangan Mahasiswa Beasiswa Bappenas Tahun 2018 diikuti oleh 18 mahasiswa yang berlangsung selama dua hari di Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung, pada (12–13/9/2019).

Pada hari pertama (12/9/2019), studi lapangan ini diawali dengan pemaparan materi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengenai koordinasi pemerintahan Jabar & Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), diskusi & tanya jawab, dan mengunjungi fasilitas yang berlangsung di Gedung Sate, Pemprov Jawa Barat. Kemudian, ditutup dengan sharing session.

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdurachim memaparkan visi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat 2018-2023, yaitu terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi. Pada dasarnya, pendidikan memfokuskan pada knowledge, skill, dan attitude agar menjadi manusia unggul lahir & batin.

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dilakukan pendekatan inovatif melalui kolaborasi pemangku kepentingan pembangunan melalui implementasi pendekatan Pentahelix – ABCGM (Academic, Business, Community, Government, and Media) yang lahir & batin, penerapan dynamic government sebagai inovasi penyelenggaraan pemerintah daerah. Kemudian, sinkronisasi aplikasi & interkoneksi data dalam sistem informasi pembangunan daerah. Selain itu, kolaborasi pendanaan pembangunan dari APBN, kabupaten/kota, dana masyarakat/umat, pinjaman daerah, CSR, KPBU, dan obligasi daerah. Dan terakhir, pendekatan spasial & a-spasial melalui 6 wilayah pengembangan.

“Sementara itu, Jabar Juara lahir & batin mempunyai program lima tahun ke depan (2018-2023) di antaranya sadesha (satu desa satu hafidz), kolecer (kotak literasi cerdas), desa digital, hibah bus wisata, gurilaps, ulama juara, 119 layad rawat, mesra (masyarakat ekonomi sejahtera), candil, masagi (pendekatan karakter berbasis budaya Jabar), OPOP (One Pesantren One Product), sekoper cinta (sekolah perempuan capai impian & cita-cita), dan ngabaso (ngabring ka sakola),” ucap Dudi Sudrajat Abdurachim.

“Program ketersediaan dalam mendukung era digital dengan mengembaangkan infrastruktur berbasis digital untuk pengembangan inovasi daerah melalui Jabar Digital Service (JDS), Samsat J’Bret, dan Pencetakan Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran (SKKP),” tambahnya.

Kepala Sub Bidang Perekonomian & Sumber Daya Alam I di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jemmy Marwitha mengatakan tema pembangunan lima tahunan Pemprov Jawa Barat menurut RPJMD, yakni pada tahun 2019 bertemakan peningkatan kesejahteraan masyarakat & pelayanan publik, 2020 pemantapan kesejahteraan masyarakat & pelayanan publik, tahun 2021 peningkatan daya saing daerah, 2022 pemantapan daya saing daerah menuju kemandirian, dan 2023 mencapai kemandirian masyarakat Jabar.

“Kebijakan pengembangan wilayah dengan membagi 6 wilayah pengembangan serta keterkaitan fungsional antar wilayah & antar pusat pengembangan. Penetapan wilayah pengembangan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pembangunan yang merupakan penjabaran dari kawasan strategis nasional dan pada sistem nasional,” ujarnya.

Pendekatan perencanaan pembangunan daerah dimulai dari pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, dan pendekatan atas-bawah & bawah-atas melalui musyawarah dari seluruh daerah Jabar. Fokus prioritas pembangunan dalam RPJMD 2018-2023, antara lain akses pendidikan untuk semua, desentralisasi layanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi, subsidi gratis Golekmah, pengembangan destinasi & infrastruktur pariwisata, pendidikan agama & tempat ibadah juara, infrastruktur konektivitas wilayah, gerakan membangun desa, dan inovasi pelayanan publik & penataan daerah.

Proyek strategis Nasional di Jawa Barat 2018-2023 menurut sumber pendanaan APBN dengan pembangunan infrastuktur jalan tol, kereta api, bandar udara, pelabuhan, bendungan & jaringan irigasi, infrastruktur pendidikan, penyediaan air minum.

“Gubernur Jawa Barat saat ini juga mempunyai program desa digital dengan wifi gratis untuk ratusan desa di Jabar. Dengan adanya teknologi digital ini maka timbulnya peran generasi milenial untuk bertani. Program/proyek strategis lainnya, yakni creative center, Smart Digital Government (SDG), penataan alun-alun, pusat budaya Sunda diseting nuansa alam eksotis, rencana penataan pariwisata tipe 1 yang hanya memperbarui wisata yang sudah ada & tipe 2 pembangunan wisata baru dari awal, pembangunan infrastruktur energi & kelistrikan, pemukiman & perumahan, sumber daya air & irigasi, dan kawasan strategis provinsi,” tutupnya. (Des).

Sumber: web FEB UI

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Sistem Informasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia